BUNDSAY #11 – KELOMPOK 10

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Kelompok 10,  *MS.Teenagers*

Masa remaja berarti sangat erat hubungannya dgn masa  pubertas.

Dimasa ini pula banyak remaja yg jika kurang pendampingan dan kurang ilmu menjadi galau

Karena kondisi dirinya mulai berbeda dari kondisi sebelumnya secara fisik dan psikis.

Berikut ciri-ciri pubertas seorang anak laki-laki atau perempuan👇

https://goo.gl/images/RMRxZm

Remaja zaman now rata-rata lebih cepat mencapai masa pubertas. Karena adanya banyak faktor.

Saat ini anak SD sel telurnya sudah matang. Alias sudah dapat haid. Saya menemukan anak kelas 4 berarti usia sekitar 10 tahun sudah dapat haid.

KOMPAS.com – Secara fisik, remaja memang sudah mampu melakukan hubungan seksual. Namun mereka belum siap secara mental, apalagi jika hubungan seksual dilakukan sebagai bisnis tertentu, misalnya dengan menjadi “cabe-cabean”.

Menurut seksolog dan spesialis andrologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Prof. Wimpie Pangkahila, fenomena “cabe-cabean” merupakan perilaku seks remaja yang tidak sehat. Agar tidak terjerumus dalam perilaku seks remaja yang tidak sehat, maka pengetahuan tentang seksualitas adalah kuncinya.

“Remaja membutuhkan pengetahuan tentang seksualitas. Itulah kenapa perlu adanya pendidikan seks bagi mereka,” tegas Wimpie saat dihubungi Kompas Health pada Jumat (4/4/2014).

Pada masa ini sangat penting anak mendapatkan bimbingan ttg education sex yg tepat.

Setidaknya, ada tiga syarat utama yang harus dipenuhi orang tua sebelum mulai memberikan pendidikan seks.

 

  1. Pengetahuan cukup

Orang tua perlu bekal pengetahuan yang cukup mengenai seksualitas. “Ada orang tua yang bahkan tidak mengerti perbedaan antara seks dan seksualitas. Seks hanyalah perbedaan biologis antara pria dan wanita. Sedangkan seksualitas lebih luas dari itu, antara lain mencakup kebersihan genital, ketertarikan pada lawan jenis, timbulnya nafsu birahi, hingga orientasi seksual,” jelas Ninuk.

 

  1. Keterampilan komunikasi

Orang tua perlu memiliki keterampilan komunikasi, menyangkut cara berbicara dan body language. Bicaralah dengan nada yang manis pada anak, bukan menggurui atau menakut-nakuti. Selain itu, bersikaplah santai. Sex-education bisa gagal total bila orang tua merasa jengah. Bebaskan pikiran dan sadari sepenuhnya bahwa seks bukanlah sesuatu yang jorok atau dosa. Seks adalah sesuatu yang normal, karena melalui hubungan seks-lah kelangsungan hidup manusia terpelihara. Bicara soal seksualitas bukan cuma seputar hubungan intim pria dan wanita, tapi bisa juga tentang kesehatan dan perkembangan emosi.

 

  1. Keterbukaan

Jika anak bertanya tentang sesuatu, tak perlu menutup-nutupi. Daripada ia mencari tahu sendiri dan malah tersesat, berikan jawaban yang sesuai porsi dan usianya. Misalnya, kalau tiba-tiba remaja Anda bertanya, “Seks oral itu apaan, sih?”, jangan keburu panik (yang biasanya berakhir dengan sikap menghindar). Lebih baik tarik napas  dulu dalam-dalam, dan ikuti trik yang pernah dilakukan Ninuk, yaitu dengan mengajukan pertanyaan balik. “Kamu tahu pil oral, nggak? Itu pil yang dimasukkan ke mulut. Nah, kalau seks oral kira-kira apa?” Jawaban ini kemudian dilanjutkan dengan diskusi tentang apakah oral seks itu aman dan apa akibatnya bila dilakukan oleh remaja.

Tujuan pendidikan seks di ajarkan  yaitu sebagai berikut:

*⃣Memberikan pengertian yang memadai mengenai perubahan fisik, mental dan proses kematangan emosional yang berkaitan dengan masalah seksual pada remaja.

*⃣Mengurangi ketakutan dan kecemasan sehubungan dengan perkembangan dan penyesuaian seksual (peran, tuntutan dan tanggungjawab).

*⃣Membentuk sikap dan memberikan pengertian  terhadap seks dalam semua manifestasi yang bervariasi.

*⃣Memberikan pengertian bahwa hubungan antara manusia dapat membawa kepuasan pada kedua individu dan kehidupan keluarga.

*⃣Memberikan pengertian mengenai kebutuhan nilai moral yang esensial untuk memberikan dasar yang rasional dalam membuat keputusan berhubungan dengan perilaku seksual.

*⃣Memberikan pengetahuan tentang kesalahan dan penyimpangan seksual agar individu dapat menjaga diri dan melawan eksploitasi yang dapat mengganggu kesehatan fisik dan mentalnya.

*⃣Untuk mengurangi prostitusi, ketakutan terhadap seksual yang tidak rasional dan eksplorasi seks yang berlebihan.

*⃣Memberikan pengertian dan kondisi yang dapat membuat individu melakukan aktivitas seksual secara efektif dan kreatif dalam berbagai peran, misalnya sebagai istri atau suami, orangtua, anggota masyarakat.

Manfaat mempelajari pendidikan seks adalah:

*⃣Mengerti dan memahami dengan peran jenis kelaminnya. Dengan diberikannya pendidikan seksualitas pada anak, seorang anak laki-laki diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi laki-laki seutuhnya, begitu pula dengan anak perempuan, diharapkan tumbuh dan berkembang menjadi seorang perempuan seutuhnya.Sehingga tidak ada lagi yang merasa tidak nyaman dengan peran jenis kelamin yang dimilikinya.

 

*⃣Menerima setiap perubahan fisik yang dialami dengan wajar dan apa adanya .Masa kanak-kanak adalah masa dimana seorang manusia sedang mengalami pertumbuhan dan perkembangan baik secara fisik maupun psikis.Terutama saat mereka mulai memasuki masa pubertas, dimana perubahan fisik dan psikis mengalami tahap paling cepat dibandingkan dengan masa sebelum dan sesudahnya. Dengan diberikannya pendidikan seksualitas menjadikan anak-anak mengerti dan paham tentang bagaimana mereka menyikapi perubahan-perubahan tersebut, sehingga mereka tidak akan merasa asing, kaget, bingung, dan takut saat menghadapinya.

Menghapus rasa ingin tahu yang tidak sehat.  Sebaiknya, orang-orang terdekat seperti orang tua dan guru bisa menjadi sosok yang menyenangkan bagi anak untuk bisa memenuhi rasa ingin tahunya yang menggebu tentang banyak hal termasuk tentang seksualitas. Ini dimaksudkan agar anak tidak memutuskan untuk mencari tahu jawaban akan pertanyaan-pertanyaannya melalui teman, komik, VCD, ataupun media lainnya yang tidak menjamin anak mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya.

 

*⃣Memperkuat rasa percaya diri dan bertanggung jawab pada dirinya. Percaya diri akan timbul jika seorang anak sudah merasa nyaman dengan dirinya. Anak akan merasa nyaman pada dirinya jika telah mengetahui setiap bagian dari dirinya juga fungsi dari bagian-bagian tersebut. Sehingga, anak akan mengetahui apa yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan. Pada akhirnya, anak akan mulai belajar untuk bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

 

*⃣Mengerti dan memahami betapa besarnya kuasa Sang Pencipta. Seorang anak akan memahami betapa besarnya kuasa Sang Pencipta, setelah mempelajari pendidikan seks karena anak telah mengetahui bahwa tujuan diciptakannya organ reproduksi adalah untuk mendapatkan keturunan

 

Advertisements

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 9 

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Perkenalkan,kami duo V (noVi dan Vera )dari kelompok 9.

Tau mahram penting ga sih?? Mahram adalah orang yang haram dinikahi, baik karena keturunan atau pernikahan

Tujuan mengetahui Marham, Mengetahui konsep mahram merupakan hal yang penting. Semuanya bermuara untuk menggapai ridha Allah. Dalam islam, incest (pernikahan atau ber’hubungan’ dengan mahram) itu sendiri merupakan hal yang dilarang dan dapat mengundang murka Allah.

Penyebab terjadinya Incest :

Faktor internal, yang terdiri dari :

¥       Biologis : dorongan seksual yang terlalu besar dan ketidak mampuan pelaku mengendalikan hawa nafsu seksnya.

Faktor biologis ini merupakan faktor yang susah untuk di sembuhkan.

Menurut pengakuan pelaku incest yang di publikasikan di media massa, hubungan incest mereka lakukan dengan alasan kesepian di tinggal istri, kurang puas dengan layanan istri, kebiasaan anak perempuan tidur dengan bapaknya selain itu juga kejadian ini dapat terjadi karena adanya dugaan pelaku mengidap kelainan seks dan masalah gangguan kejiwaan.

¥       Psikologis : pelaku memiliki kepribadian menyimpang, seperti minder, tidak percaya diri, kurang pergaulan, menarik diri dan sebagainya.

Selain faktor biologis incest juga berpengaruh pada psikologis si pelaku, dalam hal ini mungkin saja si pelaku tidak percaya diri, susah bergaul dengan lingkungannya, faktor – faktor tersebut juga sangat mempengaruhi terjadinya incest. Kurang pergaulan yang mana pada keluarga tertentu di larang bergaul dengan dunia luar. Kadang – kadang ada juga penyebab dimana satu keluarga di larang menikah di luar kalangannya agar semua harta yang dimiliki tidak keluar dari keluarga besarnya. Ada  juga kemungkinan di harapkan supaya turunan mereka lebih asli sebagai bangsawan.

Faktor eksternal, yang terdiri dari :

¥       Ekonomi keluarga : Selain faktor inernal yang telah di paparkan di atas faktor eksternal juga sangat mempengaruhi seperti halnya ekonomi keluarga yang minim yang pas – pasan.

 

masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah atau mempunyai keterbatasan pendapatan untuk bermain diluar lingkungan mereka sehingga mempengaruhi cara pandang dan mempersempit ruang lingkup pergaulan. Dalam masyarakat yang kurang mampu hal ini banyak sekali terjadi. Kemiskinan yang absolut menyebabkan seluruh anggota keluarga suami istri dan anak-anak tidur dalam satu tempat tidur. Apabila satu waktu seorang ayah bersentuhan dengan anak perempuannya yang masih gadis maka ada kemungkinan salah satu dari keduanya bisa terangsang yang akhirnya terjadi hubungan seksual, paling tidak kontak seksual. Situasi semacam ini memungkinkan utuk terjadinya incest kala ada kesemptan

¥       Tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah.

Selain faktor ekonomi keluarga tingkat pendidikan dan pergaulan yang rendahpun mempengaruhi, karena faktor inilah kemampuan berfikir seseorang tidak berkembang, mereka tidak berfikir logis, tidak memikirkan dampak kedepannya seperti apa, mereka hanya berfikir hanya untuk kepuasan semata.

¥       Tingkat pemahaman agama dan penerapan aqidah serta norma agama yang kurang.

Di samping faktor-faktor yang telah di jelaskan di atas, menurut pendapat saya ada faktor yang lebih mempengaruhi yaitu tingkat pemahaman agama dan penerapan aqidah serta norma agama yang kurang. Apabila seseorang memiliki tingkat pemahaman agama yang minim

¥       Konflik budaya :  perubahan social terjadi begitu cepat seiring dengan perkembangan teknologi. Alat – alat komunikasi seperti radio, televise, VCD, HP, Koran dan majalah telah masuk keseluruh pelosok wilayah Negara kita (indonesia). Seiring dengan itu masuk pula budaya baru yang sebetulnya tidak cocok dengan budaya dan norma – norma setempat. Orang dengan mudah mendapat berita criminal seks melalui tayangan televise maupun tulisan di Koran dan majalah. Juga informasi dan pengalaman pornografi dan berbagai jenis media. Akibatnya, tayangan telvisi, VCD, dan berita di Koran atau majalah yang sering menampilkan kegiatan seksual incest serta tindak kekerasannya, dapat menjadi model bagi mereka yang tidak bias mengontrol hawa nafsu birahinya.

 

¥       Pengangguran. Kondisi krisis juga mengakibatkan banyak terjadinya PHK yang berakibat banyak orang yang mengganggur. Dalam situasi sulit mencari pekerjaan, sementara keluarga butuh makan, tidak jarang suami istri banting tulang bekerja seadanya. Dengan kondisi istri jarang di rumah (apalagi kalau isri menjadi TKW), membuat sang suami kesepian. Mencari hiburan di luarpun butuh biaya sedangkan uang tidak ada. Tidak menutup kemungkinan anak yang sedang dalam perkembangan (remaja atau gadis) menjadi sasaran pelampiasan nafsu birahi sang ayah.

 

Selain factor – factor diatas, terdapat juga :

 

  1. Factor usia : pikiran anak – anak terbatas dan memiliki ketakutan. Biasanya faktor ini sering terjadi antara ayah dan anak perempuannya yang masih kecil dalam artian di bawah umur. Dalam kasus ini sering kali sang anak belum mengerti akan seks akan tetapi yang lebih cendrungnya yaitu ketakutan sang anak pada ayah apabila tidak mengikuti kemauan sang ayah.  Kadang – kadang tidak ada tanda – tanda pemaksaan yang muncul. Tetapi ketika melibatkan orang tua dan anak, perasaan takut ketahuan dan takut di hukum merupakan bagian dari hubungan tersebut. Diakui bahwa otoritas dan ketakutan superior orang dewasa biasanya mendorong anak menyetujui dan mau melakukannya. Ini juga mungkin merupakan dorongan bagi sebagian anak atau remaja untuk mendapatkan perhatian dan kasih saying orang dewasa atau saudara sekandungnya.b.      Jenis kelamin : perempuan dan laki – laki kedudukannya tidak setara, laki – laki lebih berkuasa.

 

Masalah kedudukanpun ikut serta dalam terjadinya incest karena di kalangan masyarakat yang awam banyak mengganggap kedudukan laki- laki lebih besar di bandingkan perempuan sehingga para kaum laki-laki memperlakukan perempuan tidak di dasari dengan norma – norma atau hukum yang ada baik di lihat dari aspek agama maupun sosial. Pengaruh aspek structural, yakni situasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. Kompleksitas situasi menyebabkan ketidakberdayaan para individu. Khususnya apabila ia seorang laki – laki (notabene cendrung dianggap dan menganggap diri lebih berkuasa) akan sangat terguncang, dan menimbulkan ketidakseimbangan mental psikologis. Dalam ketidakberdayaan tersebut , tanpa adanya iman sebagai kekuatan internal / spiritual, seseorang akan dikuasai oleh dorongan primitive, yakni dorongan seksual ataupun agresivitas

 

  1. Bermain lama –lama dalam satu kamar sehingga lama – lama kelamaan nafsu biologis mereka akan terangsang.

 

Hal seperti ini harus di hindari oleh laki – laki dan perempuan yang mempunyai hubungan darah, baik itu perempuan dan laki-laki dewasa ataupun di bawah umur karena di khawatirkan akan terjadi hal – hal yang tidak di ingikan seperti terjadinya incest ini.

 

  1. Kurangnya pengetahuan tentang seks.

 

Masalah yang satu inipun harus benar – benar di perhatikan karena pengetahuan tentang seks ini masyarakat khususnya remaja ataupun para orang tua harus benar – benar memepelajari pengetahuan ini agar terhindar dari hal – hal yang berbau seks yang negatif seperti kasus yang sedang saya bahas yaitu mengenai incest (perkawinan sedarah) selain inces masih banyak kasus – kasus lainnya seperti PMS, pernikahan dini dan lain sebagainya.

1/16/18, 15:32 – ‪+62 813-2182-1557: https://www.google.co.id/amp/s/biologiasyik.wordpress.com/2011/12/21/incest-perkawinan-sedarah/amp/

Periksalah pasien untuk luka lecet dan trauma lain dan periksa juga penyakit kelamin. Dengan dilakukannya penanggulangan ini akan sedikit mengurangi rasa trauma si penderita incest dan dengan di periksanya luka luka lecet akibat dari incest akan mengurangi penyakit – penyakit yang datang pada si penderita.

 

¥       Psikoterapi individual untuk menghadapi sang korban, upaya ini dapat juga sebagai alur untuk ventilasi amarahnya.

 

¥       Terapi kelompok untuk membantu korban yang telah melepaskan diri dari perilaku incest dan dapat membahas masalah itu secara terbuka dalam kelompok.

 

Ada kelompok secara khusus, berupaya membantu wanita korban incest mengurangi rasa malu dan stigma yang terjadi.

– Beberapa negara bisa masuk ke ranah pidana

Jadi pihak berwajib boleh ikut campur

– diterapi

– Disadarkan dengan nilai agama

– dijauhkan / dipisahkan dari pelaku

: Video singkat dari nouman ali khan semoga bisa jadi reminder kita dan saya khususnya untuk menjaga fitrah yang telah Allah karuniakan

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 9

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Perkenalkan,kami duo V (noVi dan Vera )dari kelompok 9.

Tau mahram penting ga sih?? Mahram adalah orang yang haram dinikahi, baik karena keturunan atau pernikahan

Tujuan mengetahui Marham, Mengetahui konsep mahram merupakan hal yang penting. Semuanya bermuara untuk menggapai ridha Allah. Dalam islam, incest (pernikahan atau ber’hubungan’ dengan mahram) itu sendiri merupakan hal yang dilarang dan dapat mengundang murka Allah.

Penyebab terjadinya Incest :

Faktor internal, yang terdiri dari :

¥       Biologis : dorongan seksual yang terlalu besar dan ketidak mampuan pelaku mengendalikan hawa nafsu seksnya.

Faktor biologis ini merupakan faktor yang susah untuk di sembuhkan.

Menurut pengakuan pelaku incest yang di publikasikan di media massa, hubungan incest mereka lakukan dengan alasan kesepian di tinggal istri, kurang puas dengan layanan istri, kebiasaan anak perempuan tidur dengan bapaknya selain itu juga kejadian ini dapat terjadi karena adanya dugaan pelaku mengidap kelainan seks dan masalah gangguan kejiwaan.

¥       Psikologis : pelaku memiliki kepribadian menyimpang, seperti minder, tidak percaya diri, kurang pergaulan, menarik diri dan sebagainya.

Selain faktor biologis incest juga berpengaruh pada psikologis si pelaku, dalam hal ini mungkin saja si pelaku tidak percaya diri, susah bergaul dengan lingkungannya, faktor – faktor tersebut juga sangat mempengaruhi terjadinya incest. Kurang pergaulan yang mana pada keluarga tertentu di larang bergaul dengan dunia luar. Kadang – kadang ada juga penyebab dimana satu keluarga di larang menikah di luar kalangannya agar semua harta yang dimiliki tidak keluar dari keluarga besarnya. Ada  juga kemungkinan di harapkan supaya turunan mereka lebih asli sebagai bangsawan.

Faktor eksternal, yang terdiri dari :

¥       Ekonomi keluarga : Selain faktor inernal yang telah di paparkan di atas faktor eksternal juga sangat mempengaruhi seperti halnya ekonomi keluarga yang minim yang pas – pasan.

 

masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah atau mempunyai keterbatasan pendapatan untuk bermain diluar lingkungan mereka sehingga mempengaruhi cara pandang dan mempersempit ruang lingkup pergaulan. Dalam masyarakat yang kurang mampu hal ini banyak sekali terjadi. Kemiskinan yang absolut menyebabkan seluruh anggota keluarga suami istri dan anak-anak tidur dalam satu tempat tidur. Apabila satu waktu seorang ayah bersentuhan dengan anak perempuannya yang masih gadis maka ada kemungkinan salah satu dari keduanya bisa terangsang yang akhirnya terjadi hubungan seksual, paling tidak kontak seksual. Situasi semacam ini memungkinkan utuk terjadinya incest kala ada kesemptan

¥       Tingkat pendidikan dan pengetahuan yang rendah.

Selain faktor ekonomi keluarga tingkat pendidikan dan pergaulan yang rendahpun mempengaruhi, karena faktor inilah kemampuan berfikir seseorang tidak berkembang, mereka tidak berfikir logis, tidak memikirkan dampak kedepannya seperti apa, mereka hanya berfikir hanya untuk kepuasan semata.

¥       Tingkat pemahaman agama dan penerapan aqidah serta norma agama yang kurang.

Di samping faktor-faktor yang telah di jelaskan di atas, menurut pendapat saya ada faktor yang lebih mempengaruhi yaitu tingkat pemahaman agama dan penerapan aqidah serta norma agama yang kurang. Apabila seseorang memiliki tingkat pemahaman agama yang minim

¥       Konflik budaya :  perubahan social terjadi begitu cepat seiring dengan perkembangan teknologi. Alat – alat komunikasi seperti radio, televise, VCD, HP, Koran dan majalah telah masuk keseluruh pelosok wilayah Negara kita (indonesia). Seiring dengan itu masuk pula budaya baru yang sebetulnya tidak cocok dengan budaya dan norma – norma setempat. Orang dengan mudah mendapat berita criminal seks melalui tayangan televise maupun tulisan di Koran dan majalah. Juga informasi dan pengalaman pornografi dan berbagai jenis media. Akibatnya, tayangan telvisi, VCD, dan berita di Koran atau majalah yang sering menampilkan kegiatan seksual incest serta tindak kekerasannya, dapat menjadi model bagi mereka yang tidak bias mengontrol hawa nafsu birahinya.

 

¥       Pengangguran. Kondisi krisis juga mengakibatkan banyak terjadinya PHK yang berakibat banyak orang yang mengganggur. Dalam situasi sulit mencari pekerjaan, sementara keluarga butuh makan, tidak jarang suami istri banting tulang bekerja seadanya. Dengan kondisi istri jarang di rumah (apalagi kalau isri menjadi TKW), membuat sang suami kesepian. Mencari hiburan di luarpun butuh biaya sedangkan uang tidak ada. Tidak menutup kemungkinan anak yang sedang dalam perkembangan (remaja atau gadis) menjadi sasaran pelampiasan nafsu birahi sang ayah.

 

Selain factor – factor diatas, terdapat juga :

 

  1. Factor usia : pikiran anak – anak terbatas dan memiliki ketakutan. Biasanya faktor ini sering terjadi antara ayah dan anak perempuannya yang masih kecil dalam artian di bawah umur. Dalam kasus ini sering kali sang anak belum mengerti akan seks akan tetapi yang lebih cendrungnya yaitu ketakutan sang anak pada ayah apabila tidak mengikuti kemauan sang ayah.  Kadang – kadang tidak ada tanda – tanda pemaksaan yang muncul. Tetapi ketika melibatkan orang tua dan anak, perasaan takut ketahuan dan takut di hukum merupakan bagian dari hubungan tersebut. Diakui bahwa otoritas dan ketakutan superior orang dewasa biasanya mendorong anak menyetujui dan mau melakukannya. Ini juga mungkin merupakan dorongan bagi sebagian anak atau remaja untuk mendapatkan perhatian dan kasih saying orang dewasa atau saudara sekandungnya.b.      Jenis kelamin : perempuan dan laki – laki kedudukannya tidak setara, laki – laki lebih berkuasa.

 

Masalah kedudukanpun ikut serta dalam terjadinya incest karena di kalangan masyarakat yang awam banyak mengganggap kedudukan laki- laki lebih besar di bandingkan perempuan sehingga para kaum laki-laki memperlakukan perempuan tidak di dasari dengan norma – norma atau hukum yang ada baik di lihat dari aspek agama maupun sosial. Pengaruh aspek structural, yakni situasi dalam masyarakat yang semakin kompleks. Kompleksitas situasi menyebabkan ketidakberdayaan para individu. Khususnya apabila ia seorang laki – laki (notabene cendrung dianggap dan menganggap diri lebih berkuasa) akan sangat terguncang, dan menimbulkan ketidakseimbangan mental psikologis. Dalam ketidakberdayaan tersebut , tanpa adanya iman sebagai kekuatan internal / spiritual, seseorang akan dikuasai oleh dorongan primitive, yakni dorongan seksual ataupun agresivitas

 

  1. Bermain lama –lama dalam satu kamar sehingga lama – lama kelamaan nafsu biologis mereka akan terangsang.

 

Hal seperti ini harus di hindari oleh laki – laki dan perempuan yang mempunyai hubungan darah, baik itu perempuan dan laki-laki dewasa ataupun di bawah umur karena di khawatirkan akan terjadi hal – hal yang tidak di ingikan seperti terjadinya incest ini.

 

  1. Kurangnya pengetahuan tentang seks.

 

Masalah yang satu inipun harus benar – benar di perhatikan karena pengetahuan tentang seks ini masyarakat khususnya remaja ataupun para orang tua harus benar – benar memepelajari pengetahuan ini agar terhindar dari hal – hal yang berbau seks yang negatif seperti kasus yang sedang saya bahas yaitu mengenai incest (perkawinan sedarah) selain inces masih banyak kasus – kasus lainnya seperti PMS, pernikahan dini dan lain sebagainya.

1/16/18, 15:32 – ‪+62 813-2182-1557: https://www.google.co.id/amp/s/biologiasyik.wordpress.com/2011/12/21/incest-perkawinan-sedarah/amp/

Periksalah pasien untuk luka lecet dan trauma lain dan periksa juga penyakit kelamin. Dengan dilakukannya penanggulangan ini akan sedikit mengurangi rasa trauma si penderita incest dan dengan di periksanya luka luka lecet akibat dari incest akan mengurangi penyakit – penyakit yang datang pada si penderita.

 

¥       Psikoterapi individual untuk menghadapi sang korban, upaya ini dapat juga sebagai alur untuk ventilasi amarahnya.

 

¥       Terapi kelompok untuk membantu korban yang telah melepaskan diri dari perilaku incest dan dapat membahas masalah itu secara terbuka dalam kelompok.

 

Ada kelompok secara khusus, berupaya membantu wanita korban incest mengurangi rasa malu dan stigma yang terjadi.

– Beberapa negara bisa masuk ke ranah pidana

Jadi pihak berwajib boleh ikut campur

– diterapi

– Disadarkan dengan nilai agama

– dijauhkan / dipisahkan dari pelaku

: Video singkat dari nouman ali khan semoga bisa jadi reminder kita dan saya khususnya untuk menjaga fitrah yang telah Allah karuniakan

 

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 8

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Usia 0-2 tahun saat menyusui adalah

Sekalipun bayi kita seolah belum mengerti apa-apa, sesungguhnya mereka selalu belajar melalui indera dan rasa, maka selayaknya orang tua mulai menanamkan rasa malu dengan cara tidak mengumbar aurat bayi di sembarang tempat. Saat memandikan, mengganti baju, mengganti popok, mencebok bayi, diusahakan dalam ruang tertutup.

Jika di tempat terbuka, tutuplah auratnya dari pandangan orang lain dengan selembar kain misalnya. Saat sang ibu menyusui bayi, maka hanya bayinya yang berhak untuk berinteraksi dan melihat aurat bagian atas ibunya. Kakak-kakak bayi yang sudah tidak dalam masa menyusu, sudah tidak berhak untuk melihat payudara bunda.

Prinsip pada masa ini: berusaha menutup aurat anak dan aurat diri.

Fase 2-6

Semestinya anak (disebutnya anak, bukan bayi lagi) sudah tidak boleh melihat payudara. Pada usia ini, anak mulai diberikan pemahaman tentang menutup aurat mugholadzoh (aurat berat), yakni qubul dan dubul. Sudut pandang psikologi menyebut usia 1,5 – 3 tahun adalah fase anal dan dilanjut dengan fase uretral. Ditandai dengan matangnya syaraf otot sfingter anus, sehingga anak mulai belajar mengatur berak dan nantinya pipis (toilet training)

Anak kadang memegang-megang alat kelaminnya. Bagaimana sikap yang tepat?Anda dapat mengalihkan tangan anak anda untuk melakukan aktivitas lain yang lebih manfaat seperti melipat kertas, memainkan tali dan mainan lain yang akan menyibukkan dan melatih tangannya. Lakukan dengan lembut. Pada saat yang tepat, beri pengertian untuk untuk tidak banyak menyentuh alat kelaminnya kecuali ada keperluan seperti mau pipis, atau ada keluhan sakit.

 

Jika anak bertanya mengapa tidak boleh memainkannya? Saatnya anda memberi tahu tentang sopan santun, bagian tubuh yang wajar untuk dilihat dan dipegang. Beberapa perilaku seperti onani dan masturbasi dapat bermula pada masa kanak-kanak karena ketidaksengajaan. Saat mereka merasakan nyaman dan nikmat dengan memainkan alat kelaminnya, maka membuat ketagihan bahkan bisa berlanjut hingga saat dewasa.

Toilet training memasuki saat yang penting untuk tuntas pada masa ini, sehingga anak  belajar mengontrol kapan ia harus BAB dan BAK. Anak diajari untuk tahu dimana dan dengan siapa ia harus meminta tolong melakukan aktivitas tersebut. Beritahukan pada anak, siapa saja orang yang boleh menolongnya. Semua larangan yang berlaku pada masa bayi, terus berlaku pada masa ini, seperti menutup aurat orang tua dan anak.

Nah bagaimana tanda-tanda anak sudah siap untuk toilet training

Metode yang digunakan bisa dengan membiasakan ke kamar mandi, atur jadwal, pakai cara seru misalkan dengan potty training lucu-lucu, yang paling penting adalah konsisten, beri pujian. Tidak masalah kadangkala Balita masih mengompol sesekali bagian dari proses pembelajarannya.

ada sedikit perbedaan toilet training anak laki-laki dan perempuan

Perlengkapan

Gunakan toilet khusus anak-anak. Otot-otot panggulnya akan rileks, karena kaki si kecil tetap menginjak lantai. Kalaupun memakai toilet orang dewasa, berikan bangku kecil sebagai pijakan.

Posisi

Minimalkan cipratan pipis atau pup dengan cara menempatkan bokong dan vagina benar-benar di atas toilet. Minta si kecil untuk duduk dengan kedua lutut terbuka lebar. Sepele memang, tapi ini akan membantu otot-otot panggulnya tetap rileks.

Taktik jitu

Ajarkan si kecil untuk membersihkan (atau menepuk-nepuk) alat kelaminnya dari arah depan ke arah belakang. Biarkan dia melihat Anda melakukannya dulu. Buat dia tetap asyik dan betah duduk berlama-lama dengan menaruh buku, sticker, atau memutar lagu favoritnya di dekat toilet.

Laki-laki

Perlengkapan

Biarkan dia menggunakan toilet khusus untuk pipis. Ini kalau dia tidak siap berdiri dan “menembak”. Kalau pup, bisa saja ia tetap memakai toilet itu atau Anda tambahkan saja dudukan pada toilet Anda (plus bangku kecil untuk pijakan kakinya).

Posisi

Minta si kecil mendorong penisnya lurus ke bawah sebelum dia duduk di atas toilet. Dengan begitu, cipratan pipisnya tidak kemana-mana. Bila ia memilih berdiri, pastikan posisinya sudah pas. Kedua kaki terbuka lebar, dan ia tepat di depan toilet.

Taktik jitu

Biarkan dia melihat ayahnya, atau tunjukkan bagaimana cara “mengarahkan” penisnya.. Beri dia stiker yang lucu begitu dia berhasil. Jika ia pup, jangan lupa siapkan buku atau lagu-lagu di dekatnya. Jadi betah, deh.

 

Saya pernah ikut seminar parenting…  Kata psikolognya,  mkn cepet toilet teainingnya katanya mkn pinter…  Ada yg punya info??

Dr.Steve Hodges, profesor dari Wake Forest University North Carolina, menjelaskan bahwa toilet training terlalu cepat juga bisa menyebabkan konstipasi, kerusakan ginjal, bahkan infeksi saluran kemih, karena anak-anak harus menahan gerakan perut lebih lama dari yang mereka bisa.

 

“Anak berusia kurang dari tiga tahun sebaiknya jangan dipaksa menahan keinginannya untuk buang air,” kata Hodges.

 

Bukannya anak tidak bisa diajari memakai toilet, namun mengetahui kapan ingin buang air kecil atau buang air besar tidak sama dengan merespon kebutuhan tubuh dalam cara-cara yang baik.

Nambahin buat Mba nuwair, konsistensi…trus di undur sebulan Mba.. Usia 2 thn udh Bisa toilet training..tapi lihat ksiapan anaknya Mba…klo kata quote “you can lead a toddler to the potty, but you can’t make him pee” (anonim) memang butuh ekstra kesabaran..dan coba2 metode lain Mba nuwair, sebab setiap anak itu unik dan berbeda kesuksesan toilet trainingnya…

Menurut Hodges, pasiennya yang memiliki masalah dengan toilet seperti mengompol, sering kencing, infeksi saluran kemih, atau tidak bisa menahan buang air besar, pada umumnya adalah anak yang terlalu dini diajari toilet training.

1

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 7

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Konon katanya, memiliki anak laki-laki berarti punya tanngung jawab lebih besar dibandingkan anak perempuan, betul gak sih?? 🤔🤔

Karena tanggung jawab lebih besar. Kita sedang mendidik;

✅ calon pemimpin,

✅ calon ayah

yang kelak akan bertanggung jawab pada keluarganya, pada istri dan anak-anaknya

Proses menjadi seorang ayah bukanlah proses yang mudah. Banyak para ayah yang ‘gagal’ menjadi ayah bukan karena ia tidak mampu, tapi karena ia tidak cukup bekal, tidak cukup belajar. Alhasil setelah menjadi ayah, ia kikuk, bingung harus bagaimana memperlakukan wanitanya dan keluarganya dengan baik.

Padahal, peran ayah sangatlah penting dalam pengasuhan. Bahkan saat

ini ada istilah negeri tanpa ayah, father hungry, fatherless country

dan semacamnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa semakin meningkatnya

kesadaran pentingnya keterlibatan ayah dalam Pendidikan dan pengasuhan

anak dari sejak lahir sampai dengan aqil baligh.

Menurut psikolog asal AS, Edward Elmer Smith, fatherless adalah

ketiadaan peran ayah dalam perkembangan seorang anak, ketiadaan peran

ayah dapat berupa ketidakhadiran fisik maupun psikologis dalam

kehidupan anak.

Menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa Indonesia saat ini

termasuk negara nomor tiga didunia yang termasuk fatherless country.

(Sumber : wartaekonomi.co.id)

Punya suami yang kasar? 😱 Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.

Punya suami yang “sangat tergantung” pada istrinya? Bingung membuat misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.

Di Indonesia dan banyak negara lain, ayah hanya berperan sebagai pencari nafkah dan tidak dilibatkan dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Tanggung jawab pendidikan dan pengasuhan anak diserahkan kepada sosok ibu. Padahal, sosok ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, sehingga fitrah seksualitas anak dapat tumbuh indah paripurna. Khususnya dalam agama islam, ayah sangat berperan peting dalam proses pendidikan keluarga. Jika ibu adalah madrasah utamanya, ayah adalah kepala sekolahnya.

Ayah adalah

✅ pemimpin

✅ evaluator

✅ penentu visi dan misi keluarga

sedangkan…

ibu adalah

✅ eksekutor

Ayat di atas menunjukkan misi seorang kepala keluarga (ayah)untuk menjauhkan keluarganya dari api neraka

Dalam Al Qur’an sendiri terdapat 17 ayat yang berisi dialog pengasuhan dan 14 ayat terdiri dari dialog antara ayah dan anak.

Salah satu dampak apabila ayah tak terlibat dalam pengasuhan dan pendidikan anak adalah terjadinya perilaku seksual pada anak yang cenderung menyimpang.

Mengapa??

Karena ayah tak hadir atau abai dalam menumbuhkan fitrah seksualitas anak.

Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.

_*Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati. Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu*_

Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak _*anak lelaki*_ kita tumbuh menjadi lelaki dan _*ayah sejati*_, dan agar _*anak anak perempuan*_ kita tumbuh menjadi perempuan dan _*ibu sejati*_

sumber : arikel oleh Ust. Harry Santosa,

Catatan seminar mengenai “Bahaya LGBT”

Mempersiapkan calon ayah http://sofianaindraswari.com

wartaekonomi.co.id

💐Tanya : Cara mengubah pemikiran klo ayah sbg pencari nafkah saja bgmn?💐

  1. Mintalah kpd Allah Krn hny Allah yg Maha membolak balik hati manusia
  2. Komunikasikan dgn baik visi misi keluarga bersama suami. Hrs di praktekan kuliah komprod nya bunda sayang 😊
  3. Ingatkan suami bahwa dalam pengasuhan anak diperlukan kerjasama antara ayah dan ibu (bisa dgn sharing materi2 parenting, mengajak seminar parenting dan memberikan keteladanan)
  4. Setiap pemimpin pasti akan dimintai pertanggung jawaban oleh Allah, begitupula ayah sebagai pemimpin keluarga

artikel inspiratif dr Jayaning Hartami

Untuk para Ayah, yang enggan turun tangan soal rumah tangga dan pengasuhan..

Membiarkan para ibu kelelahan mengurus semuanya sendirian.

Kepinginnya rumah rapih, makanan enak tersedia, istri cantik gak banyak curhat, dan anak anak anteng gak lari lari kesana kemari.

Mungkin kamu berpikir hidup itu semudah masuk gua, nyangkul, tau tau dapet emas batangan.

Ini rumah tangga sungguhan, Ayah. Bukan lagi main game Harvest Moon di rental PS pinggir jalan.

Untuk para Ayah, yang berpikir tugasnya sudah selesai dengan memberi nafkah..

Gak sadar bahwa ada istri yang butuh didampingi agar semangatnya tak patah.

Dikira istri semacam makhluk serba bisa. Gak bisa ngerasain capek, lelah, ataupun marah.

Hai Ayah, dengarlah. Bahkan Raissa Adriana pun bakal keluar tanduknya kalo mesti ngurus anak seharian etapi Hamish Daudnya cuma duduk leha leha aja.

Untuk para Ayah, yang hanya ingin terima beres..

Tanpa berpikir bahwa membesarkan anak anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak membutuhkan sesuatu yang disebut proses.

Karena anakmu bukan Kawa dan Kirana. yang saban hari di instagram cuma keliatan bagian lucu lucunya aja.

Untuk para Ayah, yang menolak hadir sebagai panutan, dengan alasan banyak kesibukan..

Tidakkah kau khawatir sosok “panutan” yang dipilih anakmu di luar sana jauh lebih membahayakan?

Pernah dengar nama awk*rin, any* ger*ldine, atau yo*ng lex, Yah? Belum? Cobalah gugling, mungkin dengan begitu kamu mendadak ingin join MLM supaya bisa kerja dari rumah dan dekat dengan anak sepanjang waktu.

Untuk para Ayah, yang merasa persoalan anak terlalu remeh untuk dipikirkan ketimbang mengejar target perusahaan..

Ingatlah bahwa perusahaan punya banyak karyawan, tetapi anak anakmu hanya punya 1 ayah yang bisa mereka andalkan.

***

Untuk para Ayah yang memilih untuk tak ada..

Coba pejamkan mata dan bayangkan sebentar.

Tentang anak lelakimu nanti akan yang tumbuh persis sepertimu. Gagap tentang urusan rumah tangga dan sulit hangat dengan anak anaknya.

Tentang anak perempuanmu yang menikah dengan lelaki persis sepertimu. Lelaki yang membiarkannya melakukan semua sendiri. Lelaki yang membuatnya menyimpan kelelahan hanya di dalam hati. Berulang kali.

Kemudian pola yang sama akan diturunkan lagi pada anak anak mereka. Cucu cucumu tercinta. Lalu menjadi lingkaran setan yang embuh kapan selesainya.

***

Untuk para ayah..

Ayo kembali ke rumah.

Rangkul istrimu, dengarkan curhatnya tentang tingkah laku anak anak seharian ini.

Tak perlu repot memberi solusi karena curhat bagi para istri sudah mengangkat 70% beban di hati. Sisanya biar diselesaikan dengan belanja online dan beberapa episod drama korea.

Peluk anak anak, tanyakan kabar mereka.

Ajak mereka berlari, bermain, bercanda, dan tertawa. Meski awalnya terasa wagu karna belum terbiasa.

Gak papa Ayah.. Gak perlu sesempurna ayah edi atau kak seto mulyadi. Buat anak anak, kamu adalah figur lelaki pertama bagi mereka. Kehadiranmu selalu istimewa.

***

Ayo kembali ke rumah, Yah..

Disaat anak dan istri masih merasa peranmu sangat dinanti

Sebelum semuanya terlambat ketika ada dan tiada dirimu rasanya gak ada beda. Biasa saja. Kalah sama abang sayur yang saat sehari ga dateng aja, bisa bikin ibu ibu sekomplek terpoteque poteque hatinya.

Ayo kembali ke rumah, Yah..

Karena melebihi rumah tipe 70, aset tabungan berjangka, dan garasi berisi mobil dua,

-meskipun kalo dikasih ya gak nolak juga-, kehadiranmu masih jauh, jauuh lebih berharga..

 

Jayaning Hartami.✊😍

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 6 

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Sejak beberapa hari yang lalu kita sudah ramai membicarakan tentang fitrah seksualitas yah bunprof.

Bagaimana rasanya bunprof?

Bagi saya pribadi ternyata semakin kita mengulas lebih dalam semakin terasa banyak hal yang harus dibenahi dan dipelajari.

Kali ini kami dari kelompok 6 dengan nama panggung “MaRmed” yang merupakan singkatan dari “Mamak-mamak Ras Medan” 😍😊

Yang terdiri dari

Basariah Ritonga dan Nurmintauli Siregar, akan mengupas tentang Kekerasan Seksual pada anak.

Tahukah anda sepanjang tahun 2017 Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) menemukan 116 kasus kekerasan seksual terhadap anak?

Dimana kebanyakan pelakunya adalah orang terdekat anak seperti keluarga dekat, teman dan orang yang dikenal akrab oleh anak. Sekitar 87% pelaku dan korban sudah saling kenal.

Berita terakhir adalah kasus pedofilia yang dilakukan oleh WS atau akrab disapa Babeh yang sudah mensodomi 41 anak di Tangerang.

Apa sih yang mendasari kejahatan ini?

Lebih tepatnya disebut kejahatan yah karena ini merusak anak bangsa.

Menurut hasil penelitian dari Yayasan Kita dan Buah Hati hal ini disebabkan oleh kerusakan otak yang diakibatkan sudah terpapar ponografi hingga para pelaku tersebut tidak akan takut walaupun akan mendapat ancaman dikebiri.

Menurut Kemensos, paparan pornografi juga merupakan penyebab utamanya.

 

Menurut riset YKBH, 90 dari 100 anak SD kelas 4, 5, 6 telah melihat pornografi secara sengaja ataupun tidak.

 

Ini sangat mengkhawatirkan yah. Bagaimana jadinya dengan nasib bangsa kita dimasa mendatang?

Rata-rata para pelaku itu adalah sosok yang ramah, mau diajak bermain dan penuh perhatian.

 

Mengapa anak bisa terbujuk?

Sosok seperti Babeh itu punya waktu banyak untuk bermain dan menyapa perasaan. Ia membantu anak mengerjakan PR, belajar adzan dan belajar shalat. Sementara ayah dan ibunya jarang menyapa hatinya mendengar curhat. Ayah terlalu sibuk bekerja. Abai tepatnya.

 

Hal yang melatarbelakangi

Babeh ternyata pada masa anak-anaknya pernah juga mengalami kekerasan seksual.

 

Bayangkan apa jadinya jika semua korban pedofilia tersebut itu akhirnya menjadi pelaku? Jika tidak mendapatkan trauma healing.

Bagaimana solusinya?

  1. Ajarkan anak tentang Fitrah Seksualitas sejak dini sesuai dengan tahapan usianya. Fitrah seksualitas adalah bagaimana seseorang bersikap dan bertingkah laku layaknya seorang lelaki sejati atau perempuan sejati.

Kuatkan nilai-nilai agama. Ajarkan anak tentang pendidikan pre aqil baligh sebelum anak memasuki usia puber.

Berdasarkan hasil riset Mark B Kastleman ( Seorang ahli terapi adiksi pornografi di AS ) dan Dr. Donald Hilton Jr ( Ahli bedah otak dari University of Texas ) diketahui bahwa paparan pornografi yang intens mengakibatkan kerusakan otak yang ujungnya akan muncul kerusakan perilaku.

Tapi subhanallah, jauh sebelum penelitian itu ditemukan Allah SWT sudah memerintahkan kita untuk menahan pandangan dan menjaga kemaluan

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah maha memgetahui apa yang mereka perbuat.” ( QS. An Nur : 30 ).

Jangan mendekati zina. Adab pergaulan antara wanita dan pria. Semua hal tersebut sudah terangkum dalam Alquran.

  1. Perhatian dan kasih sayang yang cukup dari ayah ibu.

Bangun dan perkuat kembali bonding dan kelekatan antara orang tua dan anak.

  1. Kemampuan berpikir kritis. Ajarkan anak cara melindungi tubuhnya dengan mengajarkan sentuhan baik, sentuhan bingung dan sentuhan buruk.

Ajarkan juga anak tentang pemakaian Handphone, positif dan negatifnya. Bahwa ia bisa menggenggam dunia dengan satu buku jarinya dengan handphone dan internet ditangannya. Sebelum anak diberikan handphone jelaskan terlebih dahulu segala kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

Terakhir mari sama-sama kita saling menjaga karena

“ It take a village to raise a child “

Pertanyaan 1:

Pelaku kejahatan pedofilia sebagian besar mengalami hal yang sama di masa lalunya.  Apa yg hrs dilakukan jika itu terjadi pada anak?  Saya pernah mendapat cerita dr teman yg di cluster perumnya tjd hal itu,  berujung tdk ada solusi krn dianggap tabu dan aib..

1⃣Sebaiknya korban segera diterapi. Terutama bagi anak yang merupakan korban pedofilia tersebut.

Pertolongan pertama mungkin dari kedua orang tuanya yang harus lebih menyapa perasaan sianak, banyak diajak cerita sambil ditanyakan apa yang ia rasakan sekarang. Bila perlu minta bantuan psikolog.

Untuk pelaku sebaiknya dilaporkan ke polisi agar mendapat ganjaran yang setimpal.

Pelaku ini sudah mengalami kerusakan otak akibat paparan pornografi tadi makanya sudah tidak ada rasa takut lagi walaupun akan dikebiri. Karena otak yang mengatur benar salah dan perilaku sudah rusak.

: Pertanyaan ke 2:

Dari mbak Dyah

bagaimana kita bisa mengetahui bahwa anak2 sudah memahami pesan yang kita sampaikan? karena sy pernah lihat video bahwa anak-anak dapat dengan mudah ikut dengan orang yang tidak dikenal sebelumnya

: 2⃣Kalau untuk anak2 usia 1 mpe 2 tahun memang kita ga boleh lengah dan terus mengawasi terutama bila diluar rumah.

Kalau sudah diatas 3 tahun kita harus sudah mengedukasi mereka. baik dari menceritakan ttg anggota tubuh. atau dengan gambar atau dengan nyanyian untuk anak2.

 

Bisa juga dengan bercerita dan bertanya.

Misalnya,

“Nak, kamu itu sangat berharga bagi ayah dan ibu. Jadi kamu harus bisa melindungi tubuhmu terutama yang ditutup oleh pakaian dalam.”

 

Atau

Ibu: “Kalau ada seseorang yang memberikan sentuhan buruk apa yang akan kamu lakukan nak?”

Anak: ” Lari teriak nggak mau”

 

Ajarkan anak perlindungan internal yang berasal dari dalam dirinya. Jangan didikte karena jika kondisi itu menimpanya maka ia sendiri yang akan menghadapinya sendiri nanti.

Pertanyaan 3:

Dari mbak Bai

Mba.. ini serem ih.. kan keliatan alim gtu ya.

Ada ga cara mengidentifikasi pelaku pedofilia yg berkeliaran di sekitar? Misal ciri2

3⃣Ciri umum:

Biasanya adalah pria dewasa

Seringkali terlihat sebagai orang pekerja keras, ke-Bapak-an dan sayang anak (family-oriented).

Contoh, Pelaku Emon yang ditangkap itu sering mengajak anak main layangan, buatin PR, main sama-sama. Jadi pada saat Emon ditangkap anak- anak disana sedih karena Emon kan sudah dianggap teman dimata anak-anak.

Para pelaku biasanya selalu menghindari kontak mata. Terkadang sering memperhatikan anak-anak dengan tatapan nafsu terutama memperhatikan dibagian sensitif.

Pelaku punya 2 cara yaitu kalau tidak merayu dengan iming-iming hadiah, makanan atau bermain bisa juga dengan ancaman

Cara yang dilakukan pedofil untuk mendekati targetnya

Mereka secara aktif mendekati anak-anak yang pendiam, membutuhkan perhatian, tampak lemah atau punya masalah di rumah.

Mereka juga memberi perhatian lebih pada anak-anak yang tidak mereka lecehkan, untuk membangun kepercayaan anak dan orangtua

Selalu mencari cara untuk bisa menghabiskan waktu berdua saja dengan anak-anak.

Sebagai oleh-oleh saya share video dari ibu Ely Risman tentang mempelajari sentuhan. Silahkan dinikmati yah bunda

 

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 5 

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

 

Empat hari berturut-turut,  kita disuguhkan dengan berbagai fenomena yang membuat sedih, kaget, ngeri…  Kelompok 1 dengan gay-nya,  kelompok 2 dengan kasus perceraian yang semakin meningkat,  kelompok 3 mengenai membersamai anak di usia aqil baligh,  kelompok 4 paparan mendalam mengenai penyimpangan seksual. Kali ini,  izinkan kami memaparkan mengenai kejahatan pedofilia di sekitar kita.

Kasus terbaru yang terjadi di Tangerang yang menelan korban 41 anak yang berusia 10-15 tahun (liputan6.com).  Setelah menjadi korban kejahatan pedofilia,  anak mengalami trauma berat sampai mengalami gangguan jiwa.  Setiap tahun,  kejahatan pedofilia di Indonesia semakin meningkat.  Tidak jarang terjadi pada tempat yang menurut kita aman,  seperti sekolah.  Tidak jarang juga pelakunya yang menurut kita adalah orang yang baik dan berpendidikan.  Tidak jarang juga pelakunya adalah orang terdekat kita.

Melihat fenomena yang terjadi,  jangan sampai hanya berdiam diri.  Yuk bunda-bunda kita menjadi bagian dari solusi atas permasalahan yang terjadi.

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan perempuan atau laki-laki,  tidak ada yang lainnya.  Fitrah kelelakian bagi anak lelaki berbeda dengan fitrah keperempuanan pada anak perempuan.  Fitrah kelelakian akan berkembang menjadi fitrah keayahan,  sedangkan fitrah perempuan akan berkembang menjadi fitrah kebundaan.

Fitrah ayah dan fitrah bunda adalah karakter-karakter yang Allah lekatkan pada mereka,  yang mempengaruhi perilaku dan pola asuh mereka terhadap anak-anak mereka (https://www.google.co.id/amp/s/diaryparenting.wordpress.com/2017/06/02/materi-pokok2-fitrah-orangtua-keayahbundaan/amp/).

Dalam pendidikan anak perlu disadari bahwa : ayahbunda juga manusia, bukan robot parenting.  Dalam menyikapi berbagai tantangan,  kondisinya tidak selalu ideal,  sehingga diperlukan  toleransi.

Dalam pengasuhan dan pendidikannya ayah dan bunda harus berbasis pada karakternya sebagai laki-laki dan perempuan.

Mereka bukan hanya pengasuh dan pelayan, tapi juga pemimpin dan pengelola.

BAGAIMANA MENGEMBANGKAN FITRAH SEKSUALITAS PRA LATIH

Fitrah seksualitas erat kaitannya dengan fitrah perkembangan.  Terdapat beberapa tahapan fitrah perkembangan :

 

  1. Pra latih (0-2 tahun,  2-6 tahun)
  2. Pre aqilbaligh 1 (7-10 tahun)
  3. Pre aqilbaligh 2 (10-14 tahun)
  4. Post aqilbaligh (>15 TAHUN)

Kali ini kami akan membahas mengembangkan  fitrah seksualitas pra latih.

kelekatan di usia 0-2 tahun dilakukan pada saat menyusui.  Aktivitas menyusui yang tidak disambi nonton TV,  bermain handphone.  Anak ditatap,  diajak ngobrol,  dielus merupakan upaya meningkatkan kelekatan.

Ya mbk ami, klo bhas kasus pedofil itu ky kita berhadapan dng kasus *pling menyeramkn* spnjng sejarah krena pelaku melakukan hal yg di luar nalar, merenggut kehormatan ank kecil😡😡😡😡

Bermain, bernyanyi dan bercerita (3B)  merupakan cara untuk melekatkan anak dengan ayah dan bunda.  Bermain peran (role play)  dapat dilakukan  ayah bunda.

Dengan 3B ayah bunda dapat melakukan :

  1. Mengajarkan anak nama bagian tubuh. Seiring usia dapat dijelaskan fungsi dan cara menjaganya.
  2. Sejak usia 9 bulan, ajarkan bahwa anak memiliki tubuh yang spesial.  Ajarkan menggunakan nama yang tepat untuk bagian tubuh tanpa rasa tabu.  Seperti mengatakan kemaluan laki-laki dengan sebutan burung.
  3. Merawat rasa malunya ketika bagian tubuhnya terlihat oleh orang lain.
  4. Untuk anak yang sudah bisa berkomunikasi ,jelaskan lebih detail menggunakan bahasa ilmiah lalu tetap ikat dengan istilah kitab suci.
  5. Ajari anak untuk mempercayai perasaannya.
  6. Ajari anak untuk mampu berkata tidak,  enggak mau,  Atau jangan begitu.

Dengan lagu,  pesan lebih mudah sampai pada anak-anak.  Gunakan lagu sebagai alat bantu.  Lagu mengenai sentuhan dapat dijadikan referensi untuk mengenalkan berbagai macam sentuhan pada anak.

Anak sudah ditunjukan seksualitasnya.  Seperti anak perempuan yang mulai menyukai menggunakan kerudung,  begitu juga laki-laki.  Mempergunakan pakaian yang menunjukan jika anak itu laki-laki.

Toileting,  jika berada di pusat perbelanjaan,  tidak jarang saya melihat anak laki-laki usia >3 tahun berada di kamar mandi perempuan,  begitupun sebaliknya.  Terlihat sepele,  bahkan tidak jarang orang tua memberika  toleransi akan hal ini.  Tanpa sadar orang tua memberika  peluang anak untuk melihat ‘pemandangan’ yang semestinya tidak dilihat.

Dengan terpenuhinya fitrah seksualitas,  diharapkan kejahatan fedofilia dapat dihindari.

Sumber :

Buku Fitrah Based Education ver 2.5, Harry Santosa

https://m.facebook.com/yayasankitadanbuahhati/posts/1676768335683678

https://www.google.co.id/amp/s/diaryparenting.wordpress.com/2017/06/02/materi-pokok2-fitrah-orangtua-keayahbundaan/amp/

 

BUNDSAY #11 – KELOMPOK 4

 

#Tantangan10Hari
#Level11
#BundaSayang
#MembangkitkanFitrahSeksualitasAnak

Para ibu shalihah seperti yang sudah dipaparkan oleh kelompok-kelompok sebelumnya, fitrah seksualitas adalah cara berpikir, merasa, dan mengekspresikan diri sesuai fitrahnya sebagai laki-laki sejati atau perempuan sejati, dan tentu saja kelak akan berpasangan dan menikah dengan beda jenis kelamin.

Seberapa penting???

PENTING BANGET, NGET! Kenapa? Karena dengan kesadaran yang dimiliki sesuai fitrah jenis kelaminnya, akan berperan besar terhadap sebuah peradaban. Peradaban itu dimulai dari manusia terkecil, individual, kemudian keluarga. Bila identitas jenis kelaminnya saja sudah bingung, tentu saja yang merupakan akar peradaban, akan membuat peradaban berada di ambang kehancuran.

Contoh peradaban itu hancur itu apa ya?

Salah satu yang lagi booming dan terus meningkat yaitu kasus LGBT ini. LGBT ini sudah dinyatakan bukanlah penyakit. Namun, ia kerap bisa menularkan melalui pemikiran. Banyak sekali pendukungnya, mulai dari para aktivis HAM, media, negara-negara maju, artis atau tokoh masyarakat. Kalau dari internal bisa karena hilangnya peran orang tua atau pernah menjadi korban yang kemudian berubah menjadi pelaku.

Dampak LGBT terhadap peradaban: membuat adanya pernikahan sesama jenis kelamin, mulai berupaya punya anak melalui sewa rahim, dan munculnya banyak kejahatan seksual. Udah jelas sekali dampak paling krusial, menghilangkan tatanan keluarga, menghilangkan garis keturunan, dan peradaban manusia yang baik.

Padahal dalam Islam, QS R Rum:21, sudah dijelaskan bahwa Allah menciptakan manusia itu secara berpasangan, perempuan dengan laki-laki.

Lantas  seberapa progressive gerakan LGBT ini? Yuk, kita cek di gambar selanjutnya..

Berdasarkan Proyeksi jumlah HIV, 2016 merupakan yang paling tinggi, yaitu 28640 jiwa dari penyebabnya karena hubungan seks gay berada di urutan nomor 1. Untuk jumlah masyarakat yang terjangkiti LGBT, 2012, sejumlah 1.095.970 yang tercatat ya.. Itu 2012.. Yang jelas terus bertambah.. Dan ada organisasi yang menanungi.

Fitrah Seksualitas yaitu totalitas kepribadian seseorang, mencakup perasaan, cara berpikir, cara mengekspresikan dan merespon sesuatu, bagaimana berbudaya, bagaimana bersosial, dsb.

Pendidikan seks membahas segala hal mengenai alat kelamin dan bahwa organ tersebut membedakan jenis kelamin laki-laki dan perempuan. pendidikan seksualitas adalah pendidikan membangun kepribadian seseorang sesuai dengan jenis kelaminnya.

ADA beberapa cara, yang kelompok kami paparkan

  1. 7 cara meningkatkan fitrah seksualitas, – mendekatkan diri dan keluarga kepada Al-quran dan sunnah, mengajarkan nasab dan rasa malu. – Mengokohkan proses pendidikan baik itu di rumah maupun di sekolah. – Perbanyak kelekatan bersama anak serta hadir dan terlibatlah dalam proses pengasuhan. – Menjaga lingkungan baik. – Mengajarkan beladiri. – Mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan itu berbeda. – Perbanyak kegiatan positif
  2. mengetahui peran ayah dan ibu masing-masing

Salah satu cara membangkitkan fitrah seksualitas yaitu dengan cara melihat, merasakan, dan memahami secara langsung peran dari seorang ayah yang berjenis kelamin laki-laki, dan seorang ibu yang berjenis kelamin perempuan

  1. melihat kurikulum pendidikan fitrah

Menyadarkan fitrah seksualitas itu dilakukan sejak dini. Sesuai dengan pendidikan fitrahnya anak sejak usia 0-14 tahun. Harapannya kelak setelah anak menjadi mukalif ia dapat mengemban peran nya dalam peradaban pada usia 15 tahun.

Mari kita persiapkan anak2 perempuan kita untuk menjadi istri dan ibu yang sejati.

Dan anak2 laki-laki yang kelak akan menjadi suami serta ayah yang sejati.

🚻🚻🚻*4 PRINSIP DASAR PEDE BICARA SEKS DENGAN ANAK*🚻🚻🚻

  1. *YAKIN, ORANGTUA ADALAH PENDIDIK UTAMA DAN PERTAMA SEKSUALITAS ANAK*

Orangtua wajib menjadi pendidik utama dan pertama seksualitas anak karena ia adalah amanah yang Tuhan berikan dan kelak kita akan diminta pertanggungjawabannya.

Anak kita lahir dengan fitrah, amanah kita adalah menjaga fitrahnya terjaga hingga salah satu dari kita kembali pada Sang Pencipta.

*Jika orangtua tidak menjadi pendidik utama dan pertama, orangtua akan perang dengan ‘entah siapa di luar sana’.*

“Dan hendaklah takut kepada Allah, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka, anak-anak yang lemah, yang mereka kuatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.” – (QS.4:9)

  1. *PENDIDIKAN SEKSUALITAS WAJIB BERDASARKAN LANDASAN AGAMA*

Ilmu dunia adalah ilmu yang berkembang, apa yang benar saat ini dapat disempurnakan seiring perkembangannya.

Sedangkan ajaran agama adalah ilmu yang sudah dijamin kebenarannya sampai kapanpun.

“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara yang kalian tidak akan tersesat selamanya selama berpegang teguh dengan keduanya, Kitabullah dan Sunnah” (HR. Malik)

  1. *KELUAR DARI TABU DAN SARU*

Dulu, tidak banyak dari kita yang diajarkan oleh orangtua mengenai pendidikan seks. Namun kita tumbuh menjadi pribadi yang baik.

Mengapa? Karena orangtua adalah satu-satunya sumber informasi bagi anak.

Anak-anak malu sekali untuk membicarakan hal itu dengan orang lain, apalagi dengan teman sebaya. Habis diolok-olok jadinya.

Sekarang, jika malu bertanya pada orang lain, anak akan bertanya pada internet. Apa yang ia dapat? SEGALANYA! Bahkan yang tidak boleh ia dapatkan.

Tinggalkan tabu, apalagi hal ini adalah hal yang besar dan begitu serius diatur dalam agama. Begitu besar kerusakan yang terjadi akibat permasalahan terkait hal ini. Ingatlah, Islam menjelaskan tentang seksualitas dengan gamblang.

Perbaiki komunikasi yang benar, baik, dan menyenangkan sehingga terbentuk kelekatan, kedekatan, dan kualitas komunikasi yang erat.

Dapatkan kepercayaan dan rasa nyaman anak kita, karena tidak mungkin kita bisa bicara tentang seksualitas (apalagi seks) jika anak merasa berjarak dengan kita.

“Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.” (Al Hajj : 24)

 

  1. *TERUS TAMBAH ILMU DAN WAWASAN*

Sebenarnya, menuntut ilmu adalah kewajiban bagi seorang muslim. Jika untuk urusan menunaikan amanah, tentu menjadi lebih penting lagi.

AlQuran dan Sunnah menyebutkan perintah agar berilmu sebelum beramal. Pepatah arab mengatakan amal tanpa ilmu umpama orang buta tanpa tongkat.

Sediakan waktu khusus untuk menimba ilmu dari buku penunjang seperti ensexklopedia, artikel terpercaya di internet, atau menghadiri seminar dan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan cara menyampaikan.

*“Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim” (HR Bukhari)*

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Sumber: Yayasan Kita dan Buah Hati

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

TANYA JAWAB

  1. Saya mau tanya mbk,bagaimana cara konkrit utk menanamkan agama di anak usia pra latih (<7 tahun) utk menguatkan pondasi diri dan sbg bekal ketika akan memasuki masa sekolah?

Seperti yg kita ketahui,lingkungan sklh jaman skrg cukup mengkhawatirkan meskipun baru SD,,g sedikit qt melihat ada anak SD yg sdh pacaran atau anak2 yg suka foto eksis di medsos dll

 

Jawab:

Bismillah,

  1. Sumber Kuliah PK KONCI (PENDIDIKAN KELUARGA KELAS ONLINE CAHAYA ILMU):

Panduan pendidikan anak usia pra baligh ini HARUS FOKUS pada tiga hal tersebut: IMAN-ILMU-AMAL SHALIH.

Masalah urutan pendidikan agama. Yaitu adab sebelum ilmu, iman sebelum Al-Quran. Usia pra baligh merupakan waktu yang harus diisi dengan PEMBIASAAN ADAB. Bukan berarti tidak diajarkan ilmu.   Kemudian iman sebelum Al-Quran dengan cara “menyangkutpautkan” segala sesuatu dengan Allaah. Bukan berarti Al-Quran tidak dipelajari. Ada banyaaaaak sekali hal yg bs kita praktekkan utk membuat pendidikan anak2 kita menjadi “nyess” dan menancap di hati anak, walau dgn cara sederhana.

  1. Misalnya waktu sakit, Kita ga perlu banyak menjelaskan teori ttg iman pd taqdir pd anak. Cukup ajak anak berdoa, ajak anak sabar. Sambil dipeluk, sambil diusap bagian sakitnya, sambil diobati, kitanya ngobrol ttg itu pd anak. Walaupun anaknya msh bayi lho… emang ngerti gitu? In syaa Allaah mereka paham dan merasakan gelombang keyakinan kita.
  2. Ketika anak kecewa krn es krimnya jatuh. Katakan bahwa itu sdh taqdir Allaah. Ajak sabar, yakinkan bahwa jika dia bersabar PASTI akan dapat ganti yg lebih baik. Bbrp waktu lalu ada seorang anak mengalaminya. Dia kecewa isi snack yg dibelinya sedikit (mungkin kesalahan teknis pabrik makanannya 😊). Lalu diajak sabar, ditenangin biar nangisnya reda. Eh sorenya ada yg ngasih makanan buat semua, ma syaa Allaah. Trus dikatakan pd dia “itulah buah kesabaran kamu, Allaah ganti yg lbh baik dan banyak”
  3. Ketika hujan, ajak anak utk mengetahui darimana asal hujan, bagaimana Allaah menciptakan hujan, dan manfaat hujan.

*MASA PENGASUHAN: USIA 0-5 TAHUN*

» Penanaman Iman lewat pendengaran (pelafalan Laa ilaha illallah)

» Memberikan apa-apa yang menjadi hak di usia tersebut (Kasih sayang, ASI, makanan, kesehatan, dan sebagainya)

» Pengenalan adab dan akhlaq secara tidak langsung caranya dengan mengajak dan memperdengarkan doa-doa harian sesuai dengan waktu dan praktek-prakteknya, contoh membaca basmallah dan menggunakan tangan kanan ketika mau makan, membaca doa dan melangkahkan kaki kiri ketika masuk WC dan sebagainya

» Perbanyak memperdengarkan bacaan Al-Quran

*MASA PENDIDIKAN AWAL: USIA 5-7 TAHUN*

○ Tanamkan keimanan lebih dalam lagi (menyangkutpautkan segala hal kepada ALLAH), contoh hari sedang hujan: anak diberitahu hujan itu diturunkan oleh Allah, manfaat hujan, doa ketika hujan turun, dan sebagainya. Ingat prinsip pendidikan di pertemuan pertama JADIKAN SETIAP PERISTIWA (kapanpun, di manapun, dan kondisi bagaimanapun) menjadi PENDIDIKAN. Kemudian bacakan kisah-kisah nabi dan rasul.

○ BIASAKAN ADAB DAN AKHLAQ SEHARI-HARI. INGAT: BIASAKAN! (Kuncinya sabar dan istiqamah)

○ Ajarkan pondasi-pondasi ilmu: tahsin dan hafalan Al-Quran, hafalan hadits, baca tulis (diutamakan baca tulis Al-Quran dan Hadits), dan berhitung.

Adab sehari-hari di rumah dan sekitarnya yang diutamkan.

→ Tidur dan bangun tidur

→ Masuk dan keluar kamar mandi

→ Makan dan minum

→ Memakai dan melepas pakaian

→ Memakai dan melepas sandal/sepatu

→ Keluar dan masuk rumah

→ Semuanya adab sehari semalam

 

Namun teknisnya bertahap sesuai usianya. Bisa jadi hanya diajak dan diperdengarkan, kalau sudah lancar bicaranya sedikit demi sedikit dihafal doa-doanya.

Catatan: TIDAK SEKEDAR DIHAFAL. Karena yang terjadi di masyarakat adalah hanya menjadi hafalan dan itu dibanggakan. Hafalan itu akan mudah hilang seiring waktu berjalan jika TIDAK diamalkan. Pastikan dibiasakan dan diingatkan terus. Kuncinya: _pembiasaan adab_. Bukan hafalan doa semata.

Adab utk anak <5thn adalah adab yg berkaitan dgn kegiatannya di usianya. Biasanya msh berhubungan dgn aktivitas diri sendiri.

Maka selaku ortu terutama ibu (yg sering mengurusi keseharian anak) WAJIB mengetahui tata cara adab yg benar sesuai tuntunan Rasulullaah.

Lalu AMALKAN.

Kemudian BIASAKAN pada anak2 bahkan sejak dia bayi.

Mau minum ASI baca basmalah.

Setelah memakaikan baju, kita lafalkan doanya di hadapan anak.

Mau jalan2 keluar rumah, sambil gendong bayi, sambil ajak dia berdoa.

Mau masuk kamar mandi utk memandikan pun lafalkan doanya.

 

Teruuuus begitu sampai dia bisa dan hafal. Berikut tata caranya: pakai kaki/tangan yg mana, menghadap ke mana, apa yg boleh/dilarang, dll.

Kalau lupa, INGATKAN.

Setiap hari, setiap aktivitasnya, setiap detik.

Ingat ya, KITA lho yg ikut melafalkannya. Anak pasti mendengar lalu diajak mengikuti.

Maka pelan2 anak akan teringat dan melakukan itu. Tanpa paksaan, tanpa diminta menghafal. In syaa Allaah nempel sendiri.

Setelah usianya lebih dari 5thn, baru ditambah penjelasan sederhana dari dalilnya.

Susah, cape, ribet, bawel, tapi begitulah pendidikan di awalnya… tapi itu akan memudahkan kita engajarkan adab lain dan ilmu2 lain di tahapan usia selanjutnya.

Intinya, Kaitkan segala sesuatu dan kejadian pada Allaah. selalu kaitkan juga dgn Rasulullah.

Knp makan hrs pakai tangan kanan? Krn begitu kata Rasulullah. Kenapa hrs qoilulah? Krn Rasulullah melakukannya. jangan lupa utk selalu konsisten dlm membuat aturan dlm rangka mendidik anak-anak kita. Aturannya tentu aturan diin syar’i ya… Bukan aturan budaya atau sosial kemasyarakatan. jangan mudah lelah dan mudah merasa capek mengingatkan. Misalnya: pakai sandal sunnahnya hrs kanan dulu. Kalau anak pakai yg kiri dulu, ingatkan, suruh ulang lagi pakainya (yg kanan dulu). Tiap pake sendal begitu. Kalau terus diingatkan, maka adab itu akan nempel.

  1. Sumber diskusi: Kontrol penggunaan internet. Usahakan tidak memberikan smartphone dengan ada internet di dalamnya. Anak itu fitrah. Agama juga fitrah. Sifat fitrah anak mesti di jaga. Seperti rasa bersyukur/ (biasakan terima kasih), rasa bersalah (biasakan meminta maaf), rasa membutuhkan (biasakan dengan kata tolong).
  2. Sumber buku Harry Santosa

Jadi menanamkan agama tidak bisa dipksa tapi ditumbuhkan kecintaannya terlebih dahulu. 0-2 tahun anak masih meniru dan meneladani orang dewasa terdekat, sedapat mungkin ayah dan ibu memberikan contoh teladan yang baik, misal suka cita menyambut adzan, sholat dengan muka berseri2.

Tambahan untuk jawaban nomor 1:

Sumber Kuliah PK KONCI:

*CARA-CARA NABI DALAM MENDIDIK*

*Nabi* yang kami maksud disini adalah Nabi Muhammad _Shallallahu ‘alayhi wa sallam_. Materi ini saya sarikan dari buku “Bersama Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa sallam Mendidik Generasi Idaman” yang ditulis oleh Dr. Fadl Ilahi. Buku yang sama membahas metode pendidikan Rasulullah yaitu “40 Metode Pendidikan dan Pengajaran Rasulullah _Shallallahu ‘alayhi wa sallam_” yang ditulis oleh Abdul Fattah Abu Ghuddah, buku ini kemudian ada yang menerbitkan dengan judul “Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa sallam sang guru”.

  1. *Metode pertama*, _memilih waktu yang tepat_.

Rasulullah tidak membatasi pengajaran pada waktu tertentu saja, tetapi beliau mengajar dan memberi pengarahan kapan pun hal itu diperlukan. Buktinya, di samping mengajar pada siang hari, beliau juga melakukannya pada malam hari. Waktu-waktu yang dipakai oleh Rasulullah dalam mendidik:

1). Setelah shalat Isya

2.) Menjelang separuh malam

3). Setelah bangun tidur pada malam hari

4).  Setelah berlalunya dua pertiga malam

 

  1. *Metode kedua*, _memilih tempat yang tepat_. Rasulullah tidak membatasi penyampaian ilmu di tempat tertentu saja. Beliau mengajari para sahabat di mana pun selama ada kesempatan yang mendukung. Tempat-tempat yang dipakai oleh Rasulullah dalam mendidik:

1). Masjid

2). Salah satu rumah sahabat

3). Mina

4). *Sela-sela perjalanan*

  1. *Metode ketiga*, _menyentuh semua lapisan masyarakat_. Salah satu metode pengajaran Nabi yang diabadikan di dalam sirah adalah tidak membatasi penyebaran ilmu pada anggota masyarakat tertentu saja. Beliau mendidik: 1. Keluarga 2. Paman 3. Sepupu laki-laki 4. Sepupu perempuan 5. Teman 6. Para pemuda 7. Anak-anak 8. Kaum perempuan 9. Orang badui 10. Kaum muallaf
  2. *Metode keempat*, _memanfaatkan kesempatan dan momentum_. Di dalam sirah diterangkan bahwa Rasulullah selalu mempergunakan beberapa kesempatan dan momentum untuk mengajar para sahabat dan memberikan pemahaman kepada mereka mengenai urusan agama.

1). Memanfaatkan bulan purnama untuk menjelaskan tentang melihat Allah Subhanahu wa Ta’ala

2). Memanfaatkan peristiwa gerhana bulan untuk memohon perlindungan kepada Allah dari keburukannya

3). Memanfaatkan kejadian seorang perempuan yang menyayangi anak bayi untuk menggambarkan kasih sayang Allah terhadap hamba-Nya

4). Memanfaatkan ucapan Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu untuk menerangkan kecemburuan Allah

  1. *Metode kelima*, _menyambut baik setiap orang yang hendak belajar_
  2. *Metode keenam*, _mendekati orang yang diajak bicara_
  3. *Metode ketujuh*, _menghadap ke arah lawan bicara_
  4. *Metode kedelapan*, _menenangkan orang yang hadir sebelum berbicara_
  5. *Metode kesembilan*, _menyapa nama asli, panggilan, atau julukan_
  6. *Metode kesepuluh*, _menyentuh secara fisik_
  7. Metode ke *11.* _Menepuk tubuh murid untuk membangun kedekatan sekaligus mengingatkan_
  8. *12.* _Menyampaikan pelajaran dengan jelas dan perlahan_
  9. *13.* _Mengulangi perkataan_
  10. *14.* _Menggunakan isyarat_
  11. *15.* _Menjelaskan dengan ilustrasi_

*16.* _Menjelaskan dengan perumpamaan_

*17.*  _Memberi contoh nyata_

*18.* _Memberikan perbandingan_

*19.* _Menerangkan secara global lalu memperincinya_

*20.* _Bertanya_

21.* Memilih istilah yang lebih halus untuk menyebutkan suatu perbuatan yang keji dan tercela

*22.* Tidak malu mengajarkan sesuatu yang diperlukan

  1. Memberi kesempatan untuk bertanya
  2. Memberi pujian terhadap pertanyaan yang bagus
  3. Menjawab dengan analogi
  4. Menjawab lebih dari yang ditanyakan
  5. Tidak menjawab pertanyaan yang tidak diketahui jawabannya
  6. Marah terhadap pertanyaan yang berbelit-belit
  7. Terbuka untuk dikonfirmasi dan diajak diskusi
  8. Terbuka untuk diingatkan
  9. Memberikan kesempatan pada murid untuk berbicara
  10. Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengulangi pelajaran di hadapan guru
  11. Bersikap tawadhu
  12. Lemah lembut dalam memberikan pengajaran
  13. Marah terhadap kesalahan yang tidak seharusnya terjadi
  14. Marah kepada orang pandai yang seharusnya paham
  15. Memprioritaskan murid-murid yang fakir dari diri sendiri dan keluarga
  16. Memahami keistimewaan murid
  17. Memperhatikan kondisi murid
  18. Selalu memberikan kemudahan

: 2⃣Terkait yang diajarkan beladiri, ada rekomendasi ga ya? Mulai usia berapa sebaiknya dan khusus untuk perempuan baiknya ikut apa ya beladiri ya.. hatur nuhun

Jawab:

Bismillah,

Berdasarkan suami yang pernah ikut beberapa bela diri (karate, taekwondo, wingchun), yang cocok untuk perempuan:

  1. Wingchun. Di desain untuk perempuan. Gerakan sederhana dan efektif. (Yang dipake di film seperti Ip Man, dan juga dasar beladiri Bruce Lee juga).

Wing Chun merupakan seni bela diri yang dikembangkan oleh seorang biksu perempuan. Gerakan-gerakannya sangat cocok untuk wanita dan efektif melumpuhkan lawan tanpa harus mengandalkan tenaga besar. Selain itu, jurus-jurusnya cocok untuk pertarungan jarak dekat, sebagaimana tindak kejahatan biasanya dilakukan di tempat-tempat yang sempit seperti dalam kendaraan umum, gang sempit, atau bahkan rumah sendiri.

Wingchun ada di bogor, di daerah pajajaran.

Kalau dari sumber internet, via ( http://bangka.tribunnews.com/amp/2016/03/17/inilah-7-ilmu-beladiri-cocok-untuk-kaum-wanita-melindungi-dari-kejahatan )

  1. Taekwondo.

karena lebih fokus pada menendang. Pria memiliki kekuatan tubuh bagian atas yang lebih besar dibanding wanita, dan ini bisa membuat wanita lebih rentan kalah jika bertarung dengan pria. Dengan teknik tendangan Tae Kwon Do, wanita bisa mengalahkan kekuatan pria.

Tapi tentu ada kekurangannya, terutama ketika lagi di tangga, kita ngga bisa nyerang pake kaki, hatus pake pukulan. Dan juga wanita biasanya pakai rok, yang ini juga membuat sulit untuk melakukan tendangan.

  1. Aikido

Olahraga yang berasal dari Jepang ini, mengajarkan keterampilan untuk membalikkan kekuatan lawan dan melumpuhkan mereka. Pemanfaatan kekuatan lawan pada Aikido, sangat cocok untuk para wanita yang mayoritas lebih lemah daripada pria.

3 olah raga tersebut mba yang kami rekomendasikan, Wallahu alam ☑

3⃣Bagaimana caranya spy supaya anak mampu menerima perasaan diri sendiri dan orang lain. (Untuk anak perempuan)

 

Jawab:

Bismillah,

Kami bantu salin dari tulisan artikel asli yayasan kita dan buah hati, dan kami bold bagian yang menjawabnya:

Jiwa ibu adalah lautan rasa, ia mengisi pundi-pundi jiwa anak-anak dengan limpahan kasih sayangnya. Maka, penting bagi anak perempuan kita memiliki kemampuan membaca bahasa tubuh, menerima perasaan orang lain, serta kemampuan mendengar dan menunjukkan kasih sayang.

Seringkali ada kondisi dimana seorang ibu merasa sudah mencurahkan segenap kasih sayangnya kepada anak-anak, namun dari sudut pandang anak tidaklah demikian. Biasanya hal ini dikarenakan ketidakcocokan bentuk kasih sayang yang ditunjukkan. Misalnya, Ibu menunjukkan kasih sayang dengan memberi segala keinginan, namun anak ternyata menganggap bentuk kasih sayang adalah dengan dibacakan buku cerita sebelum tidur atau ditemani mengerjakan PR.

Keterampilan membaca bahasa tubuh, menerima perasaan orang lain, serta kemampuan mendengar dan menunjukkan kasih sayang dalam diri kita *dapat diasah dengan membiasakan diri berpikir dan merasa sebelum bicara. Saat anak memecahkan vas bunga kesukaan kita, jangan buru-buru menasehati. Sapa dulu perasaan anak, “Kakak takut dan terkejut ya?”.*

Dua peran dan beragam keterampilan di atas bukanlah sesuatu yang bisa diajarkan dengan lisan, tapi seperti memasak, anak perempuan kita bisa mengikuti dari melihat ibu dalam keseharian.

Kesimpulan yang kelompok kami ambil:

Seringlah bertanya mengenai perasaan yang ia rasakan dalam setiap kondisi, agar ia menyadari tentang perasaan yang dia rasakan. Seperti contoh di artikel yayasan kita dan buah hati tersebut, ketika anak perempuan kita melakukan kesalahan, tanyakan terlebih dahulu perasaannya, apa ia terkejut, sedih, tidak suka, bosan. Insya Allah bila terus dilakukan akan mulai menerima dan mengenal perasaan dirinya sendiri.

Untuk mengenalkan perasaan orang lain, bisa kita kisahkan dengan cerita yang merefleksikan ke dirinya. Misal, kita mengisahkan tentang bahasa tubuh teman yang sedang sedih, bahagia, kecewa dan lain-lain. Beri tahu juga apa yang harus ia lakukan kalau ada temannya menghadapi berbagai macam perasaan tersebut. Dan juga bisa beri pertanyaan, misal tentang merebut mainan tanpa izin, kita bisa tanyakan ke anak perempuan bagaimana perasaan yang ia rasakan bila hal tersebut terjadi pada dirinya, apakah dia suka?, Bila menjawab tidak suka, kesal, sedih, bisa diajarkan untuk tidak melakukannya. WAllahu ‘alam ☑

  1. Jika sy ingin anak sy kelak mendalami ilmu agama sekiranya kpn usia yg tepat sy bisa memasukkan dy k pesantren? Kriteria pesantren spt apa yg ‘aman’ unt anak? Mengingat ad beberapa cerita ttg penyimpangan seksual yg justru berawal dr pesantren/boarding school.

Jawab:

Bismillah, ini kami sadur dari kuliah pk konci salah satu anggota kelompok.

 

“Menitipkan anak ke pesantren dan boarding school utk usia SD menurut kami belum waktunya. Kalau usia SMP, silahkan. Jadi, sebaiknya anak dipesantrenkan (diasramakan) ketika usia baligh. Di bawah itu sebaiknya jgn dulu. Krn anak perlu bimbingan langsung ortu dan ikatan yg kuat dgn ortu di usia pra baligh.

Karena usia SD kebutuhan akan perhatian dan kasih sayang orang tua masih besar. Dan sebagai orang tua kita mendapat kesempatan untuk menguatkan pondasinya terlebih dahulu. Dibantu oleh guru yang berkompeten di lembaga yg dipilih.

Perlu diperhatikan juga mengasramakan anak perempuan. Itupun hrs dipilih pesantren yg sangat memperhatikan keamanan bagi anak perempuan”

” *Dalam hal memilih lembaga pendidikan*, kami lebih menyarankan _hindari pikiran_ pada *megahnya bangunan*, *lengkapnya fasilitas*, *nyamannya lingkungan*, dan *bla bla bla* yang judulnya biar anak kerasan belajarnya….

Sungguh….

kebarokahan itu jarang ada pada kondisi seperti itu. Para salafush shalih berada pada tingkatan manusia terbaik karena fokusnya pada ketaatan kepada Allah, bukan pada hal materi….

Pendidikan mereka serba terbatas tetapi barokah.

*Bukankah Allah Memperingatkan kepada hambanya untuk menghindari bermegah-megahan?*

*Hal yang kami tekankan* dalam memilih lembaga pendidikan untuk anak adalah *lihat dan nilai terlebih dahulu adab dan akhlaq guru-gurunya*…..

Karena ini merupakan hal yang urgen.

Buat apa bangunan kuat, supermarket ada, bahkan di kelas ada kulkas segala namun guru di depan muridnya banyak mencontohkan hal-hal yang buruk, seperti merokok, terlambat datang, berkata kasar, dan sebagainya.

💡 _Cari lembaga pendidikan yang adab dan akhlaq gurunya dominan mulia._ Setelah itu, adalah lihat kurikulum dan hal-hal lainnya.

Jadi, *lembaga pendidikan yang ideal menurut kami* adalah lembaga pendidikan yang guru-gurunya beradab dan berakhlaq mulia, kurikulumnya sangat memperhatikan Al-Quran dan Hadits, menanamkan keimanan kepada anak, dan diterapkannya ketaqwaan di mana pun berada. Taqwa sedang belajar, taqwa sedang istirahat, taqwa di mana pun dan kapan pun. Demikian.”

Wallahu alam☑

: 5⃣ jika seorang laki-laki sudah terlanjur jadi seorang suami yg trnyta fitrah ke-lelaki-an nya lemah (mis: trlalu lmbut, sangat perasa, banyak mengalah, berkemauan kurang dalam menafkahi keluarga, dll) apakah ini bukti bahwa fitrah sbg seorang laki2 cedera atau bgaimana? n siapa yg paling harus berperan memperbaikinya. Mksh mba2..

 

Jawab:

 

Bismillah, sebenarnya belum tentu bukti bahwa ada fitrahnya yang cedera. Bila masih ada orang tuanya, tentu orang tua masih punya peranan mendidik anak, karena pendidikan terhadap anak tidak berujung hingga orang tua meninggal. Namun, karena sudah berumah tangga sendiri, istri sebagai orang yang posisinya lebih dekat baik lokasi dan di hati juga dekat bisa membantu meningkatkan fitrah kelakiannya kembali. Cara-cara nyatanya, dengan mengizinkan dia melakukan me time berupa olah raga laki-laki, seperti fitness (angkat beban), futsal (berkumpul dengan teman laki-laki), basket, panahan, berenang, berkuda, mendaki gunung. Istri tidak mengambil alih dalam proses pengambilan keputusan, diserahkan kepada suami dan percaya pada keputusannya. Cara lain bisa dengan suami yang menjadi imam di perjalanan, menentukan destinasi, acara, visi misi jalan-jalan, untuk melatih sifat kepemimpinannya.

Memberikan nafkah juga sebenarnya sudah melatih sifat kelakiannya, tanggung jawabnya terhadap keluarga.

Istri dan orang tuanya bisa bekerja sama dalam meningkatkan fitrah kelakiannya.

Wallahu alam ☑

  1. Point 3 tentang keluar dari tabu dan saru, apakah ketika anak melihat ttg hubungan (kawin) yg dilakukan oleh misal kuncing jantan dan betina, lalu bertanya *itu sedang apa?* apakah kita jelaskan seadanya? 😁

Jawab:

Bismillah,

Kalau anak masih usia dini, di bawah 7 tahun, bisa dijawab “kucingnya sedang proses berkembang biak, untuk punya keturunan. Atau bisa juga, kucingnya sedang menikah”.

Prinsipnya, tdk berbohong. Dijelaskan sesuai daya tangkap anak. Wallahu alam ☑

Taqwa adalah modal penting dalam mendidik anak.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin رحمه الله menekankan: _”Yang menentukan (keberhasilan) pembinaan anak, susah atau mudahnya, adalah kemudahan (taufik) dari Allah عزّوجلّ, dan jika seorang hamba bertakwa kepada Allah serta (berusaha) menempuh metode (pembinaan) yang sesuai dengan syariat Islam, maka Allah akan memudahkan urusannya (dalam mendidik anak)._